Minggu, 10 Mei 2026

Aktifitas Gunung Dukono masih tinggi dan fluktuatif...

Analisis dan paparan potensi aktivitas Gunung Dukono
Analisis Grafik VRP
Grafik tersebut menunjukkan fluktuasi pancaran panas (termal) dari kawah Dukono selama periode 8-10 Mei 2026:

Puncak Aktivitas (Spike): Teramati adanya lonjakan nilai VRP yang sangat signifikan pada tanggal 8 Mei hingga 9 Mei pagi. Nilai daya radiasi mencapai rentang 10^8 hingga 3 \times 10^8 Watt. Lonjakan tajam ini mengindikasikan adanya material panas (lava atau fragmen pijar) yang terekspos ke permukaan secara masif.

Tren Data: Garis kuning (rata-rata/mean) menunjukkan tren yang meningkat tajam sejak awal tanggal 8 Mei dan baru mulai melandai pada akhir 9 Mei. Ini menandakan fase erupsi utama terjadi dalam rentang waktu tersebut.

Kehadiran Titik LEO: Titik hijau besar (Low Earth Orbit satellite) pada tanggal 8 Mei sore mengonfirmasi deteksi panas yang kuat dari satelit pemantau, yang biasanya berkorelasi dengan kolom abu tinggi atau aliran lava baru.

Kondisi Aktivitas Terkini (Mei 2026)
Sesuai dengan data operasional terbaru, Gunung Dukono sedang dalam fase Erupsi Magmatik Eksplosif yang sangat aktif:

Tinggi Kolom Abu: Laporan mencatat tinggi kolom abu mencapai 3.000 hingga 10.000 meter di atas puncak.

Status: Berada pada Level II (Waspada), namun dengan catatan aktivitas vulkanik yang "masih sangat tinggi" dan mematikan bagi siapapun yang berada di area puncak.

Erupsi pada 8 Mei 2026 menyebabkan adanya korban jiwa di kalangan pendaki, yang menunjukkan bahwa meski statusnya Waspada, energi letusan eksplosifnya bisa meningkat tiba-tiba tanpa tanda-tanda awal (prekursor) yang panjang.

Paparan Potensi Bahaya
Melihat grafik yang masih menunjukkan nilai VRP di atas 10^7 Watt hingga tanggal 10 Mei, potensi aktivitas ke depan adalah:

Erupsi Eksplosif Lanjutan: Selama nilai VRP masih berfluktuasi tinggi, suplai magma ke permukaan masih berlangsung. Potensi letusan abu tebal disertai lontaran batu pijar dalam radius 2-3 km masih sangat tinggi.
Hujan Abu: Angin yang membawa abu vulkanik berpotensi mengarah ke wilayah Tobelo dan sekitarnya, yang dapat mengganggu pernafasan dan transportasi udara.
Bahaya Gas Beracun: Konsentrasi gas vulkanik di sekitar kawah tetap berada pada level berbahaya bagi manusia.

Sesuai arahan PVMBG dan kondisi grafik tersebut, sangat dilarang melakukan aktivitas (pendakian atau mendekati kawah) dalam radius 3 kilometer dari kawah Malupang Warirang. Grafik menunjukkan gunung ini masih sangat "panas" dan dinamis.