Tampilkan postingan dengan label Search And Rescue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Search And Rescue. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2024

Wilayah berpotensi terjadi #Longsor 05/07/2024 s/d 07.00 WIB 06/07/2024










Wilayah yang berpotensi terjadi #Longsor 05/07/2024 s/d 07.00 WIB 06/07/2024 berdasarkan data satelit cuaca NASA tanggal 05/07/2024

Senin, 01 Juli 2024

Cara Mengirimkan Gambar Dengan Radio Komunikasi HT

Kali ini akan kami paparkan cara mengirimkan gambar / foto tanpa menggunakan ponsel yang berjaringan internet. Melainkan melalui Radio HT. Cara ini bisa diaplikasikan dikala terjadi bencana dan jaringan komunikasi internet terputus.

Nah apa saja yang dibutuhkan?
  • 2 buah Radio Komunikasi HT.
  • Ponsel Android (hanya dibutuhkan untuk menjalankan program encode dan decode tanpa akses jaringan internet.
dan siapkan aplikasi untuk memgubah gambar menjadi beacon suara radio dan bagi si penerima tentunya juga harus mempunyai aplikasi untuk mengubah beacon suara radio untuk kemudian diubah menjadi gambar kembali.

Aplikasi untuk encode gambar ke beacon suara namanya "SSTV ENCODER" 

Untuk aplikasi decode dari beacon suara sinyal ke gambar namanya "ROBOT36"

Nah sekarang cara menggunakannya bagi pengirim pesan gambar / foto:
*Buka aplikasi SSTV Encode, pilih gambar yang akan dikirim.
*setelah gambar siap, siapkan radio HT dan tekan tombol kirim, dekatkan ponsel ke HT dan klik tombol Play pada aplikasi, maka aplikasi akan mengubah gambar menjadi suara dan dikirim via radio HT. Tetap tekan tombol PTT di Radio HT sampai Proses Encode gambar selesai. 

Kemudian untuk penerima pesan:
*Siapkan Aplikasi Robot36 di ponsel.
*dekatkan ponsel dengan radio HT ketika menerima transmisi sinyal suara beacon.
*suara yang diterima di Radio HT akan langsung di Decode di Ponsel dari sinyal beacon suara menjadi gambar/foto.

Nah demikian sedikit tips mengirim data gambar/foto ketika kebencanaan dan tidak terdapat sambungan internet, Selamat mencoba ya🤗







Adakah Cara Mendapatkan Citra Satelit Cuaca Tanpa Sambungan Internet??

Pertanyaan tersebut pernah dilontarkan kepada saya ketika kami akan memberangkatkan tim menuju ke Palu pasca terjadi gempa dan liquifaksi. 
Saya jelaskan ada cara sebenarnya yang bisa dilakukan untuk mendapatkan data citra cuaca tanpa sambungan Internet. Yakni dengan memanfaatkan perangkat komunikasi Radio HT untuk menangkap sinyal yang ditransmisikan oleh beberapa satelit cuaca, yakni NOAA-15 (US), NOAA-18 (US), NOAA-19 dan Meteor N2-4 (RUSIA). 
Keempat satelit yang kami sebutkan tadi memancarkan sinyal radio di Frekuensi yang dapat diterima oleh sebuah Radio Komunikasi HT, adapaun frekuensinya di 137.620Mhz, 137.9125Mhz dan 137.100Mhz.

Masing-masing satelit tersebut melintas di atas sebuah tempat dalam sehari sebanyak dua kali. Dan satelit-satelit tersebut memancarkan sinyal APT satelit (Automatic Picture Transmission)

Nah caranya ketika jadwal satelit yang melintas telah kita dapatkan maka siapkan sebuah Radio HT dan Antena untuk menangkap sinyal satelit. Beacon dipancarkan oleh satelit berupa bunyi denting, dari bunyi tersebut yang ditangkap oleh Radio HT kita rekam dengan ponsel. Bunyi denting tersebut kemudian kita olah dengan Software Decoder menjadi sebuah gambar citra satelit.


(Citra Satelit yang di decode oleh YD9CKH)

Nah sekarang kalian faham kan salah satu cara mendapatkan citra satelit bila tidak terdapat sambungan internet, kadang di lokasi bencana jaringan komunikasi maupun internet terganggu, namun tim lapangan masih bisa mendapatkan citra satelit untuk dukungan operasi di lapangan.

Jumat, 28 Juni 2024

Gempa Dahsyat Bermagnitudo 7.2 Menguncang Peru

#Gempa mematikan dengan kekuatan magnitudo 7.2 mengguncang #Peru pada hari ini Jum'at 28 Juni 2014 pukul 05:36 UTC atau pukul 12:36 WIB. Guncangan gempa sangat kuat ini diperkirakan banyak bangunan memgalami kerusakan.

Kamis, 27 Juni 2024

Dengan Banyaknya Komunitas Relawan di Indonesia Apakah Sudah Efektif??


Di Indonesia banyak sekali Komunitas-Komunitas Relawan Kebencanaan? Nah dengan adanya banyak komunitas ini apakah efektif??

Jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata akan sangat mengejutkan, ternyata banyaknya komunitas relawan tidak menjamin PRB ( Pengurangan Resiko Bencana ) bisa efektif..nah timbul pertanyaan lanjutan, kenapa bisa demikian..??

PRB belum efektif dilihat dari beberapa variabel, yakni peran relawan di Pra Kebencaan, saat terjadi kebencanaan dan Pasca Bencana. Rerata komunitas di Indonesia ada di saat Bencana dan mulai berkurang aktifitasnya ketika menginjak fase Pasca Bencana.

 Yang hampir belum tersentuh adalah kehadiran Relawan Komunitas Bencana yang turut hadir di aktifitas Pra Bencana, ini artinya peran komunitas di Fase Mitigasi, Kontijensi. Jumlah Komunitas Relawan Kebencanaan yang ada di seluruh Indonesia dan sudah beraktifitas di Pra Bencana masih kurang dari 5%

Karena selama ini ketika terjadi bencana rerata banyak komunitas berbondong bondong dari berbagai pelosok negeri menuju satu titik bencana. Euforia ini sudah selayaknya diubah.. menjadi Euforia Komunitas Relawan Kebencanaan yang mulai menggarap aktifitas di Pra Bencana.

Pola pikir yang perlu diubah ini tidak hanya bisa diubah oleh masyarakat maupun komunitas relawan, tapi perlu dukungan dan regulasi dari Pemerintah. Bahkan yang menjadikan kita berfikir ulang karena kebanyakan Institusi Pemerintah-pun masih banyak berkutat di aktifitas pada saat bencana saja. Masih sangat sedikit yang mulai beraktifitas PRB di fase Pra Bencana.

Rabu, 26 Juni 2024

Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Berpetualang




Persiapan sebelum berpetualang di alam bebas sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

Perencanaan
 * Tentukan tujuan dan durasi petualangan: Pilihlah lokasi dan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan dan minat Anda. Pertimbangkan juga durasi petualangan agar Anda dapat mempersiapkan perbekalan yang cukup.
 * Pelajari informasi tentang lokasi: Cari tahu tentang kondisi cuaca, medan, flora dan fauna, serta potensi bahaya yang ada di lokasi tujuan. Anda dapat membaca buku, artikel, atau blog tentang petualangan di lokasi tersebut, atau bertanya kepada orang yang pernah ke sana.
 * Buatlah rencana perjalanan: Susunlah itinerary yang terperinci, termasuk rute perjalanan, waktu tempuh, tempat istirahat, dan tempat berlindung. Pertimbangkan juga faktor cuaca dan kemungkinan perubahan rencana.
 * Beri tahu orang lain tentang rencana Anda: Beri tahu keluarga atau teman tentang rencana petualangan Anda, termasuk lokasi tujuan, durasi, dan orang yang akan Anda temani. Hal ini penting agar mereka dapat membantu Anda jika terjadi sesuatu.
Peralatan
 * Perlengkapan pribadi: Bawalah pakaian yang sesuai dengan cuaca dan aktivitas yang akan Anda lakukan. Jangan lupa membawa perlengkapan mandi, obat-obatan pribadi, dan tabir surya.
 * Perlengkapan navigasi: Bawalah peta, kompas, atau GPS untuk membantu Anda menemukan jalan. Anda juga dapat menggunakan aplikasi navigasi di smartphone Anda.
 * Perlengkapan berkemah: Jika Anda berencana untuk berkemah, bawalah tenda, sleeping bag, matras, dan perlengkapan memasak.
 * Perlengkapan keselamatan: Bawalah kotak P3K, peluit, dan lampu senter. Anda juga dapat membawa alat komunikasi darurat, seperti radio dua arah atau telepon satelit.
 * Perbekalan: Bawalah makanan dan air minum yang cukup untuk seluruh durasi petualangan. Anda juga dapat membawa camilan dan makanan ringan untuk energi tambahan.
Keterampilan
 * Keterampilan navigasi: Pelajari cara menggunakan peta, kompas, atau GPS. Anda juga dapat mengikuti kursus navigasi dasar.
 * Keterampilan berkemah: Jika Anda berencana untuk berkemah, pelajari cara mendirikan tenda, menyalakan api, dan memasak di alam bebas.
 * Keterampilan pertolongan pertama: Pelajari cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Anda juga dapat mengikuti kursus pertolongan pertama dasar.
 * Keterampilan bertahan hidup: Pelajari cara mencari makanan dan air minum di alam bebas, membangun tempat berlindung, dan membuat sinyal darurat.
Tips tambahan
 * Periksa kondisi fisik Anda: Pastikan Anda dalam kondisi fisik yang fit sebelum berpetualang. Lakukan latihan fisik secara teratur dan periksakan kesehatan Anda ke dokter.
 * Pakailah pakaian yang nyaman: Pilihlah pakaian yang terbuat dari bahan yang cepat kering dan mudah bergerak. Bawalah pakaian ganti yang cukup untuk seluruh durasi petualangan.
 * Bawa uang tunai: Tidak semua tempat di alam bebas menerima pembayaran dengan kartu kredit atau debit. Bawalah uang tunai yang cukup untuk membeli makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya.
 * Jagalah kelestarian alam: Jangan meninggalkan sampah di alam bebas. Bawalah kembali semua sampah Anda dan buanglah di tempat yang semestinya.
 * Hormati budaya lokal: Jika Anda berpetualang di daerah yang memiliki budaya lokal, pelajarilah tentang budaya tersebut dan hormatilah adat istiadat mereka.
Persiapan yang matang sebelum berpetualang di alam bebas dapat membantu Anda untuk mendapatkan pengalaman yang aman, menyenangkan, dan tak terlupakan.

Selasa, 25 Juni 2024

Masyarakat Awam Kadang Bingung Membedakan BNPB dan Basarnas, Nah Sebenarnya apa sih bedanya??

 

 APA BEDANYA DENGAN



Masyarakat Awam Kadang Bingung Membedakan BNPB dan Basarnas, Nah Sebenarnya apa sih bedanya?? Mari kita bahas berdasarkan Tupoksi kedua Badan Nasional ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) adalah dua lembaga pemerintah yang sama-sama menangani bencana di Indonesia. Meskipun memiliki tujuan yang sama, terdapat perbedaan mendasar dalam tugas dan lingkup kewenangan mereka:

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA:

  • Tugas:
    • Mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan kegiatan penanganan bencana, kedaruratan secara terpadu.
    • Melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan.
    • Merumuskan dan menetapkan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi.
  • Lingkup Kewenangan:
    • Menangani semua jenis bencana, baik bencana alam, bencana buatan manusia, maupun bencana sosial.
    • Bekerja di semua fase penanggulangan bencana, dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana.
    • Melibatkan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana, seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.

BADAN SAR NASIONAL / BADAN PENCARIAN DAN PENYELAMATAN NASIONAL:

  • Tugas:
    • Melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan, musibah, dan/atau bencana.
    • Melakukan kegiatan kemanusiaan dalam rangka mendukung tugas pokok.
    • Membina potensi SAR dan meningkatkan kesiapsiagaan SAR.
  • Lingkup Kewenangan:
    • Berfokus pada kegiatan pencarian dan pertolongan korban bencana, baik di darat, laut, maupun udara.
    • Bekerja pada saat terjadinya bencana dan fokus pada penyelamatan jiwa manusia.
    • Berkoordinasi dengan BNPB dan pihak terkait lainnya dalam upaya penanggulangan bencana.

Jadi Kesimpulannya adalah

  • BNPB: Bertanggung jawab atas keseluruhan proses penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan.
  • Basarnas: Berfokus pada kegiatan pencarian dan pertolongan korban bencana.

Analogi:

  • BNPB: Seperti komandan perang yang mengatur strategi dan taktik untuk menghadapi bencana.
  • Basarnas: Seperti pasukan khusus yang diterjunkan ke garis depan untuk menyelamatkan korban bencana.

Meskipun memiliki perbedaan tugas dan kewenangan, BNPB dan Basarnas saling bekerja sama dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Dua Badan ini berserta Relawan dan Masyarakat selalu hadir dalam hal kebencanaan baik di Wilayah Indonesia Maupun Pengiriman Tenaga Bantuan bagi operasi - operasi di negara lain ketika ada permohonan bantuan.

Semoga penjelasan yang kami paparkan ini dapat membantu kalian memahami dua Badan Nasional ini....

Minggu, 23 Juni 2024

NOAA COSPAS SARSAT: Sistem Penyelamatan Berbasis Satelit



NOAA COSPAS SARSAT adalah program internasional yang menggunakan satelit untuk mendeteksi dan melacak sinyal marabahaya dari beacon darurat. Sistem ini merupakan bagian dari COSPAS-SARSAT, sebuah organisasi global yang terdiri dari 45 negara dan organisasi SAR independen.
Teknologi Satelit dalam Penyelamatan
NOAA COSPAS SARSAT memanfaatkan dua jenis satelit:
 * Satelit orbit rendah: Mampu mendeteksi sinyal marabahaya dengan cepat dan akurat, bahkan di daerah terpencil.
 * Satelit geostasioner: Memberikan cakupan global dan membantu menentukan lokasi beacon darurat dengan lebih presisi.

Manfaat NOAA COSPAS SARSAT
Sistem ini memiliki peran penting dalam operasi SAR, dengan manfaat utama sebagai berikut:
 * Mempercepat waktu respons: Satelit dapat mendeteksi sinyal marabahaya dalam hitungan menit, sehingga tim SAR dapat segera dikerahkan.
 * Meningkatkan peluang penyelamatan: Cakupan global dan akurasi tinggi dari sistem ini memungkinkan tim SAR untuk menemukan korban dengan lebih cepat dan mudah.
 * Memperluas jangkauan SAR: Sistem ini dapat menjangkau daerah terpencil yang sulit diakses dengan metode SAR tradisional.
Contoh Pemanfaatan NOAA COSPAS SARSAT
 * Penyelamatan di laut: Sistem ini digunakan untuk melacak sinyal marabahaya dari kapal dan rakit penyelamat yang tenggelam.
 * Penyelamatan di pegunungan: Sistem ini membantu tim SAR menemukan pendaki dan pejalan kaki yang tersesat atau terluka di daerah terpencil.
 * Penyelamatan di udara: Sistem ini digunakan untuk melacak sinyal marabahaya dari pesawat yang jatuh atau mengalami keadaan darurat.

NOAA COSPAS SARSAT adalah sistem penyelamatan yang canggih dan efektif yang memanfaatkan teknologi satelit untuk menyelamatkan nyawa manusia. Sistem ini telah terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan peluang penyelamatan dan mempercepat waktu respons dalam operasi SAR di seluruh dunia.